Back to top.
Zoom Arky Kurniati, violist. She’s bold, elegant, and such a lady! Yep, that’s pretty much our violist. Give her any song and she will play her finger beautifully in the violin.

Arky Kurniati, violist. She’s bold, elegant, and such a lady! Yep, that’s pretty much our violist. Give her any song and she will play her finger beautifully in the violin.

11.18.10 0
Zoom Karin Rachmani, saxophonist. Melody is one part of a song that she likes the most. That’s why she plays saxophone. Give her some melody, and maybe she’ll play it!

Karin Rachmani, saxophonist. Melody is one part of a song that she likes the most. That’s why she plays saxophone. Give her some melody, and maybe she’ll play it!

11.18.10 0
More article about us! Check this out!
09.08.10 0
Zoom Irma Savitri, keyboardist.  Smart, beautiful, and talented! Those 3 words pretty much describe this young lady.  She played piano beautifully and also she is now progressing on flute! Besides music, she dances, ballet! Turn on the music and you’ll see her swinging…

Irma Savitri, keyboardist.  Smart, beautiful, and talented! Those 3 words pretty much describe this young lady.  She played piano beautifully and also she is now progressing on flute! Besides music, she dances, ballet! Turn on the music and you’ll see her swinging…

09.03.10 0
Zoom Rheza Maulana, the guitarist.  This one is brilliant! He has lots of idea for creating beautiful sounds out of his guitar. And the girls? They are crazy about him! Oops! but sorry girls, he is already taken by this beautiful ms. dentist :P

Rheza Maulana, the guitarist.  This one is brilliant! He has lots of idea for creating beautiful sounds out of his guitar. And the girls? They are crazy about him! Oops! but sorry girls, he is already taken by this beautiful ms. dentist :P

09.03.10 0
Music & The Brain

Oleh: Adly Nanda, S.Ked

Pernah gak ya kita mikirin apa yang terjadi di otak kita waktu kita memainkan nada-nada di instrumen kita masing-masing? Kayaknya jarang yah. Para dokter, ahli saraf sekalipun, mungkin masih belum banyak yang terlalu memikirkan bagaimana Tuhan mengaransmen konsep otak dalam merespon musik yang masuk melalui telinga kita.

Proses Kompleks Bermain Musik

Pada dasarnya otak manusia memiliki fungsi kompleks dengan berbagai misteri yang banyak belum terkuak. Pernah kah kita berpikir bagaimana jari-jari pianis mampu memainkan nada-nada yang terintegrasi rapi, atau seorang violis memainkan nada dengan tepat dan cantik sekali, hingga kadang memanipulasi perasaan kita? Ini lebih kompleks dari sekedar bagaimana mobil dijalankan oleh mesin atau efek gitar mengeluarkan berbagai pilihan suara dari beberapa rangkaian sirkuit elektronika.

Mudahnya begini, mulai dari ujung serabut saraf di kulit (fungsi sensorik) untuk mendeteksi permukaan tuts piano, fungsi proprioseptif untuk memposisikan jari dengan tepat, fungsi korteks auditorik (bagian otak besar manusia untuk mendengar) untuk memastikan nada yang kita mainkan, hingga kemampuan koordinasi otot-otot kecil pada jari dan pergelangan tangan untuk menggerakkan jari ke tuts yang tepat (fungsi motorik) semuanya memainkan peranannya dalam sebuah proses yang mungkin kita anggap sederhana ini. Di atas semua proses kompleks ini, terdapat kendali dari hemisfer serebri kanan (belahan otak bagian kanan), yang memang diciptakan Tuhan untuk memfasilitasi kreatifitas, imajinasi , segala bentuk seni (musik, pahat, lukis), serta kemampuan berpikir secara holistik yang berhubungan dengan fungsi emosi dan intuisi manusia. Mungkin masih tersimpan segudang kejaiaban fungsi otak lainnya di sana.

Bermusik: Salah Satu Fungsi Otak yang Paling Tinggi

Fungsi otak manusia yang paling tinggi dikenal dengan sebutan fungsi luhur (neurobehaviour). Di dalamnya terdapat fungsi atensi, bahasa, memori, eksekutif, visuospatial, dan tentunya emosi. Secara mengejutkan semua fungsi tertinggi otak ini ada lho waktu kita main musik. Kita ambil contoh paling gampang, waktu sebuah band lagi latihan.

Untuk mempertahankan perhatian kita saat memainkan lagu secara utuh, biar gak mikir kemana-mana misalnya, di sana terdapat fungsi atensi. Fungsi bahasa juga tentu diperlukan waktu kita ngobrol  ngebahas aransmen lagu. Kalo ada personil yang tiap ganti line lagu, tiap lupa, susah juga kayanya buat nyelesein latihannya. Tapi bersyukurnya kita, karena diberikan fungsi memori di hippocampus (bagian otak untuk  menyimpan dan mengolah daya ingat). Fungsi eksekutif sebenarnya lebih rumit lagi, dimana salah satunya berperan waktu kita memutar otak untuk menyiasati harmonisasi pilhan nada untuk improvisasi (kemampuan menyelesaikan masalah dan menyusun rencana). Gak ada lagi yang lebih nikmat waktu main musik selain kalau kita udah ngerasain “feel” dari suatu komposisi lagu. Kadang bisa merinding juga. Disini fungsi emosi kita bermain, tentunya di bawah pengaruh amygdala, bagian sistem limbik otak manusia. What a wonderful mechanism, ternyata Tuhan memikirkan secara teliti daripada apa yang kita bayangkan.

Otak Musisi dan Bukan Musisi

Di luar negeri, banyak para ahli berusaha mengungkap hubungan antara musik dan otak. Bahkan istilah music and the brain cukup popular belakangan ini. Mereka mendefinisikan music and the brain sebagai suatu sains, dimana respon otak terhadap kualitas suara dan nada dipelajari. Dengan berbagai modalitas pemeriksaan fungsi dan struktur otak, ditemukan bahwa memang musisi memiliki struktur dan fisiologi otak yang berbeda. Musisi memiliki tingkat kecepatan dan akurasi yang lebih tinggi bila otak kanannya di stimulasi. Lebih dari itu, ternyata belahan otak kanan (untuk seni, bahasa, dan kreativitas) dan kiri (untuk kalkulasi, akademis, dan sains) manusia dihubungkan oleh suatu struktur bernama corpus callosum. Pada musisi, ukuran corpus callosum nyalebih besar daripada bukan musisi. Artinya hubungan kedua belahan otak jauh lebih baik pada musisi. Sebuah penelitian di Department of Psychology, University of Auckland menunjukkan bahwa baiknya perkembangan hubungan kedua belahan otak ini dipengaruhi oleh latihan musik yang kontinu sejak masa kanak-kanak. Bahkan sekarang, musik mulai dikembangkan sebagai salah satu bentuk terapi, karena pengaruhnya pada mood pasien depresi. Hal ini diduga akibat pengaruh musik terhadap kadar hormon stress dalam tubuh.

Mungkin waktu Angga (vokalis Made by Med) nulis lirik lagu JhoniJjhoni, beberapa fakta ini bikin dia yakin kalau musik punya masa depan, paling tidak dampaknya pada otak kiri seseorang. Di balik kisah sukses seorang teknokrat, ilmuan, dan politikus sekalipun seringkali nyempil hobi musik di dalam kehidupan mereka. Mudah-mudahan setelah membaca tulisan ini mata dan pikiran kita dibuka untuk mengagumi dan mempelajari bagaimana keajaiban otak manusia bekerja. Tidak ada perbuatan selain mensyukuri kejaiban penciptaannya sambil memanfaatkannya dengan kemampuan terbaik kita.

Daftar Pustaka

1.       Ohnishi T, Matsuda H, Asada T, Aruga M, Hirakata M, Nishikawa M, Katoh A,Imabayashi E. Functional anatomy of musical perception in musicians. Cereb Cortex. 2001 Aug;11(8):754-60.

2.        Altenmüller EO. How many music centers are in the brain? Ann N Y Acad Sci.2001 Jun;930:273-80. Review. PubMed

3.        Hassler M. Music medicine. A neurobiological approach. Neuro Endocrinol Lett. 2000;21(2):101-106. PubMed PMID: 11455337.

4.       Tervaniemi M, Hugdahl K. Lateralization of auditory-cortex functions. Brain Res Brain Res Rev. 2003 Dec;43(3):231-46. Review. PubMed PMID: 14629926.

5.        Wieser HG. Music and the brain. Lessons from brain diseases and somereflections on the “emotional” brain. Ann N Y Acad Sci. 2003 Nov;999:76-94.Review.

6.        Gaab N, Schlaug G. Musicians differ from nonmusicians in brain activation despite performance matching. Ann N Y Acad Sci. 2003 Nov;999:385-8.

7.        Seung Y, Kyong JS, Woo SH, Lee BT, Lee KM. Brain activation during music listening in individuals with or without prior music training. Neurosci Res. 2005 Aug;52(4):323-9.

8.       Patston LL, Hogg SL, Tippett LJ. Attention in musicians is more bilateral than in non-musicians. Laterality. 2007 May;12(3):262-72.

09.01.10 1
Don’t play what the public want,play what you want and let the public pick up on what you doing even if it does take them 15-20 years

— Monk

08.22.10 0

Steven Wijata, the beat-drummer.  Have you seen him playing the drum? of course everytime! How about the bass? YEP! He can play both drum and bass.  This one is multitalented yet very very smart future doctor ;)

08.18.10 0

Adly Nanda, the bassist.  Just look at the muscles on his hands, WEW! Now, imagine with those kind of muscles he can produce that super ‘demdemdemdemdededem’ with his bass.

08.18.10 0

Anggara Mahardika, our beloved vocalist.  His mesmerizing voice will hypnotize you! He can sing any kind of music genre : pop, jazz, rock, even DANGDUT!

08.18.10 0